HomeKabar LAPEmpati Membuahkan Simpati dan Kasih

Empati Membuahkan Simpati dan Kasih

 

#CatatanSeorangIbu
#ParentingNote
#Motherhood
———-
Banyak yang bertanya pada Saya, si kembar Laquisya dan Laquinia pernah berantem ngga? Saya menjawab, ya seperti anak-anak pada umumnya pasti adakalanya berselisih. 🙂 Semisal pada momentum yang tanpa sengaja terdokumentasi di foto ini. Saat itu kami sedang ziarah ke makam aki dan enin, tanpa Saya tahu apa penyebab awalnya tiba-tiba mereka ribut dan saling mengkespresikan emosi masing-masing. Laquinia dengan emosi amarahnya dan Laquisya dengan emosi tangisnya. Kemudian mereka sama-sama cari perlindungan dan dukungan dari Saya (Mommy/Ibunya). Nah, situasi dan kondisi seperti ini pasti kerap dialami oleh setiap Ibu atau Orang Tua. Lalu, apa dan bagaimana kita menyikapinya?
———-
Well, Moms or Parents, kalau Saya dalam situasi seperti ini radar EMPATI lah yang langsung menguat. Artinya, Saya akan menempatkan diri menjadi anak-anak Saya. 🤗 Berantemnya anak-anak mungkin bagi kita terlihat sepele atau kita anggap sekedar persoalan kecil, padahal tidak bagi mereka. TAKARAN besar dan kecil kita berbeda dengan mereka. Ruang emosi mereka berbeda pula dengan kita. Kemampuan mereka memecahkan persoalan pun berbeda dengan kita. Jangan pernah mengabaikan ketika anak-anak datang dan membagi ekspresinya pada kita. Dengan mereka datang pada kita itu artinya mereka percaya bahwa kitalah tempat terbaik dan ternyaman untuk mereka berbagi rasa dan mencari panduan terkait apa yang mereka butuhkan.
———-
EMPATI seorang Ibu /Orang tua pada anak :
-Melihat melalui mata sang anak
-Mendengar melalui telinga sang anak
-Merasa melalui hati sang anak

Bersikap FAIR lah kita kepada anak-anak. Kembalikan jiwa dan rasa pada posisi saat kita dulu masih menjadi anak-anak.

ANAK JUGA MANUSIA, libatkan mereka dalam proses penyelesaian masalah sesuai porsinya. Jangan sedikitpun memperlihatkan sikap membedakan apalagi membandingkan yang membuat mereka merasa dijatuhkan, seperti kalimat, “Ah, kamu ini memang ya selalu bikin masalah!”. Atau kalimat, “Kenapa sih kamu ngga kayak si A yang lebih begini lebih begitu?”… Hmmm, mereka yang berbuat salah pasti harus diingatkan untuk meminta maaf dan tidak mengulangi, tapi hati-hati jangan membuat mereka merasa direndahkan, dan jangan sampai timbul VERBAL BULLYING. Hal ini akan sangat menyakiti hati anak-anak, dan berdampak tidak baik bagi perkembangan mental mereka.
———-
Ada sebab ada akibat. EMPATI tinggi akan membuahkan SIMPATI dan KASIH. Mendidik anak agar patuh dan saling rukun, hendaknya dengan cara merangkul dan mencontohkan bagaimana perselisihan bisa diselesaikan dengan damai, dan perbedaan dapat disatukan dengan indah, sesuai takaran pemahaman mereka tentunya.

“Nak, coba yuk tukeran peran. Gimana rasanya kalau disakitin atau dijahatin? Pasti ngga enak!… Terus, gimana rasanya kalau kalian lagi berantem begini, malah jadi saling baper, ngga seru lagi untuk main bareng (main sendiri juga ngga enak). Ngga nyaman mau tidur bareng dikamar, dan sebagainya”…. <<< Ini contoh kalimat yang Saya pakai saat menjadi penengah diantara si kembar yang sedang ribut. Saya sangat menghindari VERBAL BULLYING (kalimat yang menyerang atau menyindir). Saya melatih si kembar untuk berkomunikasi dua arah atas apapun itu. Saya membiasakan mengajak mereka duduk tenang, bicara dari hati ke hati atas setiap persoalan. Ya, dengan mengedepankan empati, simpati dan kasih. Tak hanya diantara mereka (saudara kembar), tetapi juga dengan kami orang tuanya, dengan teman, guru, satpam, pekerja rumah tangga, supir, dan sebagainya.
———-
Percayalah, EMPATI pasti membuahkan SIMPATI dan KASIH. Tak hanya berlaku pada hubungan Orang Tua dan Anak, tetapi dengan semua. ❤ Empati akan membantu kita mengontrol emosi yang akan kita ekspresikan pada anak dan orang lain. Kita menjadi jauh lebih BIJAK bersikap, dan kebijakan akan mendapat SIMPATI yang tulus. Hingga pada akhirnya ketulusan akan melahirkan KASIH yang ikhlas dan mendamaikan hati.
———-
Salam #KEBAIKANituMenular👌
IG : @Lindsey.Afsari.Puteri
– Mommy dari Putri Kembar 11 Tahun Laquisya & Laquinia
– Ketua Umum Young MOMs Community (YMC)

#Notes
#LindseyAfsariPuteri

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *